Toplam Sayfa Görüntüleme Sayısı

23 Haziran 2014 Pazartesi

Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT): Hyperbaric Oxygen

Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT): Hyperbaric Oxygen:


Terapi oksigen hiperbarik merupakan
bentuk pengobatan, penderita harus berada dalam ruangan bertekanan  dan
bernafas dengan oksigen murni 100% pada tekanan udara lebih besar dari
pada udara atmosfer normal, yaitu sebesar 1 atm (760 mmHg). Keadaan ini
dapat dialami oleh seseorang pada waktu menyelam atau berada dalam
ruangan udara bertekanan tinggi (hyperbaric chamber) yaitu suatu ruangan
kedap udara terbuat dari perangkat keras yang mampu diberikan tekanan
lebih besar 1 atm (ruang kompresi) besarta sumber oksigen dan sistem
penyalurannya ke dalam ruang rekompresi tersebut.




Dua efek penting yang mendasar pada terapi oksigen hiperbarik adalah:


  • Efek mekanik meningkatnya tekanan
    lingkungan atau ambient yang memberikan manfaat penurunan volume
    gelembung gas atau udara seperti pada terapi penderita dekompresi akibat
    kecelakaan kerja penyelaman dan gas emboli yang terjadi pada beberapa
    tindakan medis rumah sakit.
  • Efek peningkatan tekanan parsial
    oksigen dalam darah jaringan yang memberikan manfaat terapiutik:
    bakteriostatik pada infeksi kuman anaerob, detoksikasi pada keracunan
    karbon monoksida, sianida dan hidrogensulfida, reoksigenasi pada kasus
    iskemia akut, crush injury, compartment syndrome maupun kasus iskemia
    kronis, luka yang tidak sembuh, nekrosis radiasi,skin graft preparation
    dan luka bakar.
Terapi
hiperbarik untuk pertama kalinya digunakan pada penyakit dekompresi
(DeCompression Ilness), yaitu suatu penyakit yang dialami oleh penyelam
dan pekerja tambang bawah tanah akibat penurunan tekanan saat naik ke
permukaan secara mendadak. Dari berbagai penelitan terungkap bahwa
oksigen hiperbarik mempunyai manfaat lebih, tidak terbatas pada kasus -
kasus penyelaman saja. Suatu contoh terapi oksigen hiperbaik yang
berhasil digunakan dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Terapi
oksigen hiperbaik sebenarnya merupakan terapi penunjang pada proses
penyembuhan luka, Sedangkan perawatan utamanya sendiri adalah
debridement dan penjahitan jika diperlukan.
Namun demikian oksigen hiperbarik dapat mempercepat proses penyembuhan
luka, sehingga jaringan yang hipoksia memperlihatkan hasil yang baik
pada terapi oksigen hiperbarik. Hal ini ditegaskan dalam hasil konfrensi
kedokteran hiperbarik tahun 1991 di Ancona Italia, bahwa luka yang
sulit sembuh (delayed wound healing) termasuk dalam kelompok Accepted
Chronic Indication untuk terapi Oksigen Hyperbaric.